x : kuliah dimana lo?

gue : .......

x : oh iya? ambil apa?

gue : hukum nih hehe

x : wah diajarin korupsi dong?

gue : lah? kagak lah, paling unsur2 tindaknya doang

x : diajarin ngebelain orang yang salah dong?

Kau ini disubsidi pemerintah kuliah disini, buat bantuin pemerintah mikir bukan buat nyalah2in pemerintah. Di Negri ini sudah terlalu banyak sarjana nyinyir.

CINA (via mayupamungkas)

selama halal, apapun nak, demi pendidikanmu. Katanya

yeah mahasiswa

akafajaretta:

mungkin quote “anak muda traveling-lah sebelum meneyesal” harusnya menurut saya seharusnya berbunyi “anak muda traveling-lah dengan uang hasil kerja keras sendiri sebelum menyesal dan malu karena menghabiskan uang orang tua demi kenikmatan sendiri”

Gabut ga sih nunggu lampu merah yang super lama? Tiba-tiba suasana cair karena hadirnya monyet kecil yang bisa berperilaku seperti manusia, bisa fashion show, main mobil-mobilan, bahkan sholat. Hadirnya razia topeng monyet yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menuai pro kontra dari segala lapisan masyarakat. Masyarakat menilai bahwa Topeng monyet bukan lah merupakan hiburan, melainkan bentuk eksploitasi kepada satwa. Eksploitasi itu apasih? Eksploitasi itu berarti pemanfaatan yang secara sewenang-wenang atau terlalu berlebihan terhadap sesuatu subyek eksploitasi hanya untuk kepentingan ekonomi semata-mata tanpa mempertimbangan rasa kepatutan, keadilan serta kompensasi kesejahteraan. Bentuk ekploitasi itu apa saja? Banyak tentunya mulai dari lingkunga, sumber daya alam, hewan, bahkan manusia. Lalu apakah topeng monyet ini merupakan eksploitasi hewan? Tentu saja. Walaupun dengan asas ekonomi, dimana hewan dimanfaatkan sesuai kebutuhan manusia, namun segala perlakuan terhadap hewan tersebut diluar batas-batas kepatutan. Topeng monyet sebelum dilepaskan dijalanan untuk beradegan seperti yang kalian lihat dijalanan, tentu monyet-monyet tersebut dilatih. Dan, sekali lagi dilatih melampaui batas-batas kepatutan. silahkan lihat video ini untuk mengetahui bagaimana monyet-monyet tersebut dilatih. Lalu kok gak dihukum? Sebenernya udah ada aturan hukumnya, sesuai dengan penjelasan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Pasal 302 pelaku penganiayaan terhadap hewan bisa dikenakan hukuman kurungan (penjara) maksimal selama 9 bulan dan  penganiayaan hewan secara ringan bisa dikenakan ancaman kurungan penjara selama 3 bulan. Dalam KUHP 302 juga disebutin penganiayaan hewan yang menyebabkan hewan tersebut sakit selama lebih dari 1 minggu atau cacat tetap bisa dikenakan ancaman selama 9 bulan. KUHP Pasal 302 ini sebenarnya bisa menjerat pelaku kejahatan terhadap hewan untuk mendapatkan kurungan penjara maksimal selama 9 bulan. (btw kalau ada aturan hukum yang terbaru, silahkan ditambahin ya:) Cuma kok gak dilaksanain? Karena masyarakat belum menganggap masalah ini sepenting seperti kasus pembunuhan, dan lain sebagainya padahal  masyarakat tidak perlu enggan melapor kalau punya bukti yang kuat, masyarakat bisa melaporkan kekerasan hewan ini kepada aparat berwajib. Namun dalam pelaksanaannya, hal ini tidak didukung dengan UU peternakan dan Perda yang sesuai serta ketegasan dari masing-masing aparat. Terus kalau ada liat topeng monyet harus digimanain? Simple aja sih, Stop NGASIH UANG ke Tukang topeng monyetnya. Toh juga ketika mereka dirazia mereka, walaupun mereka nganggur tapi mereka dapet kompensasi Sejuta dan Pelatihan ketenagakerjaan oleh Pemprov DKI kok. Jadi pada akhirnya, marilah kita menghentikan segala tindak kekerasan kita terhadap hewan, even sama hewan peliharaan kita sendiri. Gak mau kan kalau nanti diakhirat kita disiksa kayak hewan-hewan ini?